Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

MENIKAHNYA ORANG MINANGKABAU (RICI JUNEETA BALQIS)

Gambar
  Menikahnya Orang Minangkabau Oleh Rici Juneeta Balqis   “ Tentu boleh, apa yang mau kalian tanyakan?” “Beberapa waktu lalu, saudara ku menikahi gadis minang. Aku sempat melihat mereka melakukan upacara adat tersebut, itu membuat ku penasaran akan adat Minangkabau. Bisakah kau menjelaskannya kepada kami berdua?” tanya Bella. Namaku Ghaitsa, aku seorang siswa perempuan berusia 16 tahun yang berasal dari bagian barat Sumatera,   di ibukota provinsi Sumatera Barat, tepatnya Kota Padang. Aku bersekolah di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung. Aku mempunyai 2 teman dekat di sekolah baruku, mereka memiliki ketertarikan besar kepada adat istiadat Minagkabau, yang membuat ku ingin memberitahukan tentang adat Minangkabau kepada mereka. Disaat jam makan siang, mereka menghampiriku dan mengajakku untuk makan siang bersama, tentu aku pun tidak menolaknya. “Ghaitsa, apakah kamu mau makan bersama kami?” tanya Bella kepada ku. “Ehh, apakah boleh?” “Tentu saja boleh” ...

DESA BAGONJONG (RADELLA ARDHANA MAKRUF)

Gambar
  "DESA BAGONJONG” OLEH RADELLA ARDHANA MAKRUF   Setetes air hujan mulai turun membunyikan sebuah irama pada genteng tua ini. Suara itu memecahkan lamunan gadis yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya. Jetta nama gadis itu dan suara yang membuat buyar lamunannya tidak lain dan tidak bukan adalah suara bundanya.             "Tidak baik sering melamun, Nak.”             "Iya, Bun. Jetta sedang tidak melamun hanya kepikiran sesuatu.”              Sambil tersenyum bunda menjawab, "Sama saja itu, tidak beda. Emangnya Jetta sedang memikirkan apa sampai sering melamun akhir-akhir ini,” tanya bunda penasaran. "Tidak ada Bun hanya sudah memikirkan tentang tugas kampus, kira-kira desa apa yang bagus sebagai tempat untuk tugas kampus ini Bun?" Sejenak Bunda ikut berpikir, lalu terlintaslah sebuah ide dari bunda....

RANDAI (AISYATUL ZAKIAH RIFKI)

Gambar
  RANDAI OLEH AISYATUL ZAKIAH RIFKI   Badanku serasa ditarik ke atas dan dihempaskan ke bawah dengan berulang-ulang kali. Kata-kata tidak jelas dan penuh makian berputar-putar di kepalaku. Aku tetap berusaha untuk tenang, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Tapi itu sama sekali tidak membantu. Aku membuka laci yang terletak disudut kamar berukuran 5x6 meter ini, mengambil beberapa obat-obatan dan meminumnya dengan sekali tenggak. Tidak. Aku tidak sakit apapun. Melakukan hal ini dapat membuat tubuhku terasa rileks, aku sering melakukannya disaat aku merasa tertekan. Ironis sekali, bukan? Bocah yang dulunya sangat susah untuk disuruh minum obat ini sekarang meminum obat dengan melebihi dosis yang seharusnya.             Lupakan. Besok aku akan tampil. Bukan bukan bukan, jangan bayangkan aku seorang atlet yang akan lomba basket antar sekolah besok. Aku merupakan seorang pemain randai. Kalian tah...

PACU ITIAK (FITRI SABILA HUSNI)

Gambar
PACU ITIAK OLEH FITRI SABILA HUSNI   Dinginnya udara pagi hari tidak menghalangi Abid--seorang pemuda yang berumur 20 tahun, untuk mengembala itik-itik milik orang tuanya di sawah yang baru saja panen. Sawah itu terletak tidak jauh dari kandang ternak itiknya. Di sawah, Itik-itik tersebut melakukan aktivitas, ada itik yang memakan padi sisa dari panen, ikan-ikan kecil, dan juga keong sawah. Dan ada juga itik yang mandi digenangan air sawah. Abid ditugaskan oleh orang tuanya untuk mengawasi itik-itik tersebut selama 1 jam. Ia duduk di sebuah dangau yang berada di dekat sawah tempat itik-itik tersebut makan dan bermain. Ia duduk sambil melihat itik-itik tersebut beraktivitas dan mengawasi agar tidak ada itik yang makan padi tetangga. Tak lama kemudian Abid, secara tidak sadar sudah melamun. Di tengah lamunannya tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. “ Oi, ” ucapnya pelan, namun membuat Abid terkejut hingga terperanjak dari tempat duduknya. Abid menoleh ke arah suara ters...